Minggu, 02 Juni 2013

Hukum Pembuktian di Peradilan Agama



JUDUL                                  : HUKUM PEMBUKTIAN DI PERADILAN AGAMA
PENGARANG                      : Gatot Supramono
PENERBIT                           :Alumni 1993 Bandung

DAFTAR ISI
BAB I             PENDAHULUAN
1.      Negara Hukum
2.      Kekuasaan kehakiman
3.      Lahirnya UU Nomor 7 Tahun 1989

BAB II            TINJAUAN SINGKAT  TENTANG PERADILAN AGAMA
1.      Definisi
2.      Kedudukan
3.      Hakim
4.      Kekuasaan 

BAB III          HUKUM PEMBUKTIAN DI PERADILAN UMUM
1.      Hukum acara yang berlaku
2.      Arti pembuktian
3.      Apa yang harus dibuktikan
4.      Yang tidak perlu dibuktikan
5.      Beban pembuktian
6.      Alat-alat bukti
7.      Bukti dengan surat
8.      Bukti dengan saksi
9.      Persangkaan-persangkaan
10.  Pengakuan
11.  Sumpah
12.  Pemeriksaan setempat
13.  Pengetahuan Hakim

BAB IV          HUKUM PEMBUKTIAN DI PERADILAN AGAMA
1.      Hukum acara yang berlaku
2.      Pembuktian yang secara khusus diatur dalam UUPA
A.    Pembuktian dalam permohonan cerai talak
B.     Pembuktian dalam gugatan perceraian didasarkan atas alasan salah satu pihak mendapat pidana penjara
C.     Pembuktian dalam gugatan perceraian didasarkan atas alasan tergugat mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai suami
D.    Pembuktian dalam gugatan perceraian dengan alasan syiqaq
E.     Pembuktian dalam gugatan perceraian dengan alasan zina
3.      Pembuktian dalam gugatan pembagian harta bersama
4.      Pembuktian dalam permohonan sah atau tidaknya seorang anak
5.      Pembuktian dalam permohonan pembatalan perkawinan atas alasan perkawinan dilangsungkan dibawah ancaman yang melangggar hukum

BAB V            BEBERAPA YURISPRUDENSI TENTANG PEMBUKTIAN DAN HUKUM 
                        ACARA LAINNYA DI PERADILAN AGAMA
1.      Perceraian karena suami melanggar talak ta’lik
2.      Permohonan talak dengan alasan kena guna-guna
3.      Surat putusan perceraian sebagai alat bukti surat
4.      Gugatan nafkah istri dan nafkah iddah
5.      Gugatan rekonpensi dalam perkara perceraian
6.      Gugatan pemeliharaan dan nafkah anak


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar